Saturday, May 2, 2020

No Witness but the Moon

Jimmy Vega Mystery #3
NO WITNESS BUT THE MOON
karya Suzanne Chazin

Ketegangan yang terjadi antara seorang petugas polisi keturunan Hispanik dengan seorang imigran gelap berujung pada kematian salah satu dari keduanya. Sementara kehidupan satu orang lainnya hancur. Ternyata keduanya mempunyai keterkaitan yang mengejutkan.


Pada suatu malam bulan Desember yang cerah dibawah cahaya bulan detektif polisi Jimmy Vega bergegas berangkat ke tempat kejadian perampokan di sebuah rumah. Ketika ia datang di TKP, ia melihat seorang pria Hispanik yang ciri-cirinya sama dengan pria yang merampok sedang berlari meninggalkan rumah korban. Vega mengejarnya hingga masuk ke hutan. Ketika tersangka itu menolak untuk menyerahkan diri - dan tangannya merogoh ke sakunya - Vega hanya punya waktu satu detik untuk mengambil pilihan antara hidup dan mati. 

Apa yang tadinya hanya kesalahan tragis ternyata berujung pada kenyataan yang lebih gelap manakala Vega mendapati adanya keterkaitan antara orang yang mati itu dengan pembunuhan brutal terhadap ibunya yang belum terpecahkan. Penjelasan yang dicari oleh Vega mengenai hal itu membawanya kembali ke tempat tinggalnya semasa kecil di mana ia dipandang sebagai polisi yang memalukan alih-alih sebagai pahlawan yang berasal dari tempat itu. Kejadian itu juga membuatnya berselisih dengan kekasihnya, Adele Figueroa, yang menjadi pemimpin di pusat pelayanan imigran setempat. Adele meragukan tindakan yang telah dilakukannya.

Ketika satu bukti mengejutkan diperoleh, jelaslah sudah bahwa ada seseorang yang tidak ingin Vega berhasil menyatukan semua kepingan-kepingan cerita - dan orang ini tidak segan-segan melakukan apa pun untuk menyembunyikan kebenaran. Hanya dengan mempertaruhkan segala yang ia miliki maka Vega bisa berhasil menegakkan keadilan, memperoleh penebusan, dan yang paling penting: berdamai dengan dirinya sendiri. (sumber: goodreads)

Data buku:
Bahasa: Inggris
Tahun terbit: Oktober 2016
Jumlah hal.: 352 hal. edisi ebook

Status buku: tersedia dalam bentuk .pdf berbahasa Inggris. Klik di sini

Misteri Kereta Api Biru

MISTERI KERETA API BIRU
(The Mystery of Blue Train)
karya Agatha Christie

Seorang wanita misterius, sebutir permata terkutuk legendaris, dan kereta api malam menuju ke pantai French Riviera, itulah bumbu-bumbu untuk kisah romantis yang sempurna, atau kejahatan yang sempurna?

Poirot naik Kereta Api Biru (le Train Bleu) dengan tujuan pantai cantik French Riviera. Begitu juga Katherine Grey yang untuk pertama kalinya akan menghabiskan musim dingin di luar Inggris, setelah tak lama sebelumnya ia mewarisi kekayaan yang jumlahnya cukup besar. Di atas kereta, Grey bertemu dengan Ruth Kettering, seorang wanita Amerika yang sedang meninggalkan perkawinannya yang tidak bahagia untuk bertemu dengan sang kekasih. 

Keesokan harinya, Ruth ditemukan mati dicekik di dalam kompartemennya. Permata terkenal "Heart of Fire" yang baru saja diterima Ruth dari ayahnya ikut lenyap. Ayah Ruth, seorang jutawan Amerika bernama Rufus Van Aldin, dan sekretarisnya, Mayor Knighton, membujuk Poirot untuk menyelidiki kasus ini. Pelayan Ruth, Ada Mason, bersaksi bahwa ia melihat seorang laki-laki di dalam kompartemen Ruth namun ia tidak bisa mengenali lelaki itu. 

Polisi mencurigai kekasih Ruth, the Comte de la Roche, sebagai sang pembunuh dan pencuri permata, namun Poirot tidak berpikir bahwa dialah pembunuhnya. Dugaan Poirot mengenai pembunuhnya jatuh pada suami Ruth, Derek Kettering, yang ternyata menjadi penumpang dalam kereta yang sama namun mengaku belum bertemu dengan Ruth. Katherine Grey mengatakan ia melihat Derek memasuki kompartemen Ruth. Dugaan semakin kuat setelah ditemukan kotak rokok yang berinisial huruf "K" ditemukan di dalam kompartemen itu.

Namun benarkah pembunuh Ruth adalah suaminya sendiri yang sakit hati? Lalu sebenarnya, adakah hubungan antara pembunuhan itu dengan pencurian permata, setelah Poirot mengetahui bahwa pencuri permata terkenal di dunia ternyata ada dalam kereta yang sama? Unduh bukunya di sini, dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. 

Buku Mystery of Blue Train diterbitkan di Inggris pada tahun 1928 dan merupakan buku keenam yang detektifnya adalah Hercule Poirot. Ingat, "biru" adalah warna kereta-nya bukan warna api-nya. Ini kereta penumpang yang terkenal di Eropa sono, bukan kereta pengangkut gas elpiji. Dan keretanya tidak apa-apa, cuma penumpangnya memang ada yang mati dibunuh. Dengan judul Misteri Kereta Api Biru, kesan yang diperoleh memang kasus yang terjadi dalam buku ini menimpa "keretanya" bukan penumpangnya. Atau malah judul itu menimbulkan kesan horor, seperti misalnya Misteri Bus Malam Hantu, dsb. Mungkin judul tepatnya adalah Misteri di Kereta Api Biru.

Menurut wikipedia, plot dalam novel ini sebenarnya berangkat dari cerita pendek berjudul "The Plymouth Express" yang terbit tahun 1923. Kelak, cerita pendek ini akan dikumpulkan bersama-sama cerita pendek Agatha Christie lainnya pada tahun 1974 dalam buku Poirot's Early Cases atau Kasus-kasus Perdana Poirot. Dalam buku ini juga disebut-sebut tentang desa fiktif St. Mary Mead yang menjadi tempat tinggal detektif karangan Agatha lainnya, Miss Marple. Pelayan Poirot yang bernama George juga muncul pertama kali dalam novel ini. 














Empat Besar

EMPAT BESAR
(The Big Four)
karya Agatha Christie


Dengan alur cerita yang berbeda dari buku-bukunya yang lain, Agatha Christie menulis Empat Besar sebagai cerita yang lebih berbau spionase ketimbang cerita kriminal-detektif walaupun tokoh protagonisnya tetap Hercule Poirot yang dibantu oleh sahabatnya, Arthur Hastings dan Inspektur Japp.

Mereka adalah penjahat empat sekawan yang dikenal dengan sebutan "Empat Besar". Nomor Satu adalah seorang Cina yang jenius, dalang kejahatan terbesar sepanjang masa; Nomor Dua adalah seorang multijutawan berkebangsaan Amerika; Nomor Tiga adalah seorang ilmuwan wanita berkebangsaan Perancis yang sangat cantik; dan Nomor Empat adalah "si Pemusnah", pembunuh berdarah dingin dengan keterampilan menyamar yang sangat luar biasa dan tugasnya adalah untuk memusnahkan siapa saja yang turut campur mengganggu rencana dari atasannya.

Keempatnya hanya punya satu tujuan sederhana: menguasai dunia.

Detektif berkebangsaan Belgia, Hercule Poirot, sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Amerika Selatan ketika seorang tamu tak dikenal, berlumuran lumpur di sekujur tubuhnya, berdiri di ambang pintu rumahnya dan pingsan. Kertas dengan tulisan angka empat berada dalam genggaman tangannya. 

Kini, "Empat Besar" sedang memburu satu-satunya orang yang bisa mengalahkan mereka: Hercule Poirot. Bisakah Poirot yang dibantu oleh Hastings menelusuri petunjuk-petunjuk yang ada dan menghentikan kawanan penjahat itu menghancurkan dunia?

Ini adalah kasus paling berbahaya yang pernah ditangani oleh Poirot. Detektif berperawakan kecil ini bisa selamat dari racun, menghindari pohon yang tumbang, disetrum, dan kejar-kejaran berbahaya. Tapi ia tidak bisa menghindari ledakan bom di apartemennya sendiri. Benarkah Poirot mati dalam cerita ini? Bisakah Hastings berhasil tanpa bantuan Poirot?

Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, buku Empat Besar adalah buku pertama Agatha Christie yang saya baca dan saya langsung menyukainya. "Mon ami, Hastings!" ungkapan khas Poirot untuk sahabatnya pertama kali saya baca di sini. Ceritanya seru dan penuh bahaya. Setting tempat tidak hanya satu, tapi banyak! Betul-betul cerita detektif yang menarik. 

Lalu buku kedua adalah Pembunuhan di Orient Express. Oke, meskipun tidak seseru Empat Besar tapi penyelidikannya menarik. Endingnya mengejutkan. Lalu buku selanjutnya, Mayat dalam Perpustakaan dengan tokoh detektif Miss Marple, dan setelah beberapa buku Agatha Christie yang lainnya saya baca, barulah saya paham: Agatha Christie bukan penulis cerita spionase, tapi cerita detektif. Konon, ini salah satu buku yang tidak terlalu disukai oleh penulisnya sendiri. Tapi bagi saya, buku ini gerbang saya menuju cerita-cerita detektif di kemudian hari.

Buku yang pertama kali terbit tahun 1927 ini merupakan buku Agatha Christie yang ke-7 dalam koleksi perpustakaan digital saya. Dalam serial novel yang detektifnya Hercule Poirot, ini adalah buku ke-5. Saya memiliki versi pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini jika Anda ingin mengunduhnya.  








Don't Make a Sound

Sawyer Brooks series #1
DON'T MAKE A SOUND
karya T. R. Ragan


T. R. Ragan meluncurkan serial baru yang mencekam. Memperkenalkan wartawan berita-berita kejahatan, Sawyer Brooks, seorang perempuan yang masa lalunya tak kalah hebat dengan misteri pembunuhan yang saat ini sedang ia hadapi.

Sawyer Brooks masih berusaha mengatasi trauma yang dialaminya akibat kejadian di masa lalu yang pernah ia alami. Kenangan tentang kejadian itu masih menghantuinya. Ia masih mencoba mengatasi semuanya dan mengendalikan amarah, paranoia, dan kehidupannya sendiri. Setelah ia akhirnya mendapatkan promosi dalam pekerjaannya sebagai wartawan yang menulis berita-berita kriminal, keadaan memaksanya untuk kembali ke rumah masa lalunya dan lagi-lagi menghadapi masa lalu yang traumatis.

Di River Rock ia pernah ditinggalkan oleh dua kakak perempuannya sehingga ia berjuang sendirian dalam kesenyapan menghadapi kekerasan dalam keluarganya yang tak pernah terungkap ke permukaan. Di tempat itulah juga sahabat karib Sawyer menghilang dan dua remaja perempuan dibunuh. Ada tiga kasus pembunuhan yang tak terungkap dan terkubur bersama-sama rahasia lain dari kota itu.

Manakala ada anak perempuan lain terbunuh dengan cara yang sama, Sawyer memutuskan untuk menghentikan kejahatan itu. Sementara terperangkap lagi dalam horor sejarah keluarganya sendiri, Sawyer harus bekerjasama dengan saudari-saudarinya yang pernah mengucilkannya, padahal kedua saudarinya itu punya kenangan-kenangan mereka sendiri yang sama-sama menakutkan. Penyelidikan yang Sawyer lakukan membawanya ke rahasia tergelap kota River Rocks yang jauh lebih berbahaya ketimbang kasus yang sedang ia selidiki - apa yang sudah ia ketahui soal masa lalunya atau apa yang belum ia ketahui tentang itu?

Tentang pengarang:
T. R. Ragan adalah pengarang bestseller menurut tiga media: New York Times, Wall Street Journal, dan USA TODAY. Ia telah berhasil menjual lebih dari tiga juta buku sejak novel debutan pertamanya terbit di tahun 2011. Ragan adalah penulis dari trilogi Faith McMann (Furious, Outrage, dan Wrath); serial Lizzy Gardner (Abducted, Dead Weight, A Dark Mind, Obsessed, Almost Dead, dan Evil Never Dies); dan novel-novel Jessie Cole (Her Last Day, Deadly Recall, Deranged, dan Buried Deep). Selain menulis cerita-cerita thriller, ia juga menulis cerita-cerita perjalanan waktu ke abad pertengahan, drama kontemporer, dan romantic suspense dengan memakai nama Theresa Ragan. Jika ingin mengenal pengarang dan buku-bukunya silahkan kunjungi www.theresaragan.com.

Cerita kedua dari novel Don't Make a Sound diperkirakan akan terbit tahun 2020 ini. Dengan judul Out of Her Mind.

Data buku: 
Bahasa: Inggris
Jumlah halaman: 285 hal. edisi kindle
Rating goodreads: 4.08 dari 5.00 (per 3 Mei 2020)

Status buku: tersedia dalam bentuk file .epub dan .pdf berbahasa Inggris.
Tautan unduhan: epub dan pdf