Showing posts with label Hercule Poirot. Show all posts
Showing posts with label Hercule Poirot. Show all posts

Saturday, May 2, 2020

Misteri Kereta Api Biru

MISTERI KERETA API BIRU
(The Mystery of Blue Train)
karya Agatha Christie

Seorang wanita misterius, sebutir permata terkutuk legendaris, dan kereta api malam menuju ke pantai French Riviera, itulah bumbu-bumbu untuk kisah romantis yang sempurna, atau kejahatan yang sempurna?

Poirot naik Kereta Api Biru (le Train Bleu) dengan tujuan pantai cantik French Riviera. Begitu juga Katherine Grey yang untuk pertama kalinya akan menghabiskan musim dingin di luar Inggris, setelah tak lama sebelumnya ia mewarisi kekayaan yang jumlahnya cukup besar. Di atas kereta, Grey bertemu dengan Ruth Kettering, seorang wanita Amerika yang sedang meninggalkan perkawinannya yang tidak bahagia untuk bertemu dengan sang kekasih. 

Keesokan harinya, Ruth ditemukan mati dicekik di dalam kompartemennya. Permata terkenal "Heart of Fire" yang baru saja diterima Ruth dari ayahnya ikut lenyap. Ayah Ruth, seorang jutawan Amerika bernama Rufus Van Aldin, dan sekretarisnya, Mayor Knighton, membujuk Poirot untuk menyelidiki kasus ini. Pelayan Ruth, Ada Mason, bersaksi bahwa ia melihat seorang laki-laki di dalam kompartemen Ruth namun ia tidak bisa mengenali lelaki itu. 

Polisi mencurigai kekasih Ruth, the Comte de la Roche, sebagai sang pembunuh dan pencuri permata, namun Poirot tidak berpikir bahwa dialah pembunuhnya. Dugaan Poirot mengenai pembunuhnya jatuh pada suami Ruth, Derek Kettering, yang ternyata menjadi penumpang dalam kereta yang sama namun mengaku belum bertemu dengan Ruth. Katherine Grey mengatakan ia melihat Derek memasuki kompartemen Ruth. Dugaan semakin kuat setelah ditemukan kotak rokok yang berinisial huruf "K" ditemukan di dalam kompartemen itu.

Namun benarkah pembunuh Ruth adalah suaminya sendiri yang sakit hati? Lalu sebenarnya, adakah hubungan antara pembunuhan itu dengan pencurian permata, setelah Poirot mengetahui bahwa pencuri permata terkenal di dunia ternyata ada dalam kereta yang sama? Unduh bukunya di sini, dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. 

Buku Mystery of Blue Train diterbitkan di Inggris pada tahun 1928 dan merupakan buku keenam yang detektifnya adalah Hercule Poirot. Ingat, "biru" adalah warna kereta-nya bukan warna api-nya. Ini kereta penumpang yang terkenal di Eropa sono, bukan kereta pengangkut gas elpiji. Dan keretanya tidak apa-apa, cuma penumpangnya memang ada yang mati dibunuh. Dengan judul Misteri Kereta Api Biru, kesan yang diperoleh memang kasus yang terjadi dalam buku ini menimpa "keretanya" bukan penumpangnya. Atau malah judul itu menimbulkan kesan horor, seperti misalnya Misteri Bus Malam Hantu, dsb. Mungkin judul tepatnya adalah Misteri di Kereta Api Biru.

Menurut wikipedia, plot dalam novel ini sebenarnya berangkat dari cerita pendek berjudul "The Plymouth Express" yang terbit tahun 1923. Kelak, cerita pendek ini akan dikumpulkan bersama-sama cerita pendek Agatha Christie lainnya pada tahun 1974 dalam buku Poirot's Early Cases atau Kasus-kasus Perdana Poirot. Dalam buku ini juga disebut-sebut tentang desa fiktif St. Mary Mead yang menjadi tempat tinggal detektif karangan Agatha lainnya, Miss Marple. Pelayan Poirot yang bernama George juga muncul pertama kali dalam novel ini. 














Empat Besar

EMPAT BESAR
(The Big Four)
karya Agatha Christie


Dengan alur cerita yang berbeda dari buku-bukunya yang lain, Agatha Christie menulis Empat Besar sebagai cerita yang lebih berbau spionase ketimbang cerita kriminal-detektif walaupun tokoh protagonisnya tetap Hercule Poirot yang dibantu oleh sahabatnya, Arthur Hastings dan Inspektur Japp.

Mereka adalah penjahat empat sekawan yang dikenal dengan sebutan "Empat Besar". Nomor Satu adalah seorang Cina yang jenius, dalang kejahatan terbesar sepanjang masa; Nomor Dua adalah seorang multijutawan berkebangsaan Amerika; Nomor Tiga adalah seorang ilmuwan wanita berkebangsaan Perancis yang sangat cantik; dan Nomor Empat adalah "si Pemusnah", pembunuh berdarah dingin dengan keterampilan menyamar yang sangat luar biasa dan tugasnya adalah untuk memusnahkan siapa saja yang turut campur mengganggu rencana dari atasannya.

Keempatnya hanya punya satu tujuan sederhana: menguasai dunia.

Detektif berkebangsaan Belgia, Hercule Poirot, sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Amerika Selatan ketika seorang tamu tak dikenal, berlumuran lumpur di sekujur tubuhnya, berdiri di ambang pintu rumahnya dan pingsan. Kertas dengan tulisan angka empat berada dalam genggaman tangannya. 

Kini, "Empat Besar" sedang memburu satu-satunya orang yang bisa mengalahkan mereka: Hercule Poirot. Bisakah Poirot yang dibantu oleh Hastings menelusuri petunjuk-petunjuk yang ada dan menghentikan kawanan penjahat itu menghancurkan dunia?

Ini adalah kasus paling berbahaya yang pernah ditangani oleh Poirot. Detektif berperawakan kecil ini bisa selamat dari racun, menghindari pohon yang tumbang, disetrum, dan kejar-kejaran berbahaya. Tapi ia tidak bisa menghindari ledakan bom di apartemennya sendiri. Benarkah Poirot mati dalam cerita ini? Bisakah Hastings berhasil tanpa bantuan Poirot?

Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, buku Empat Besar adalah buku pertama Agatha Christie yang saya baca dan saya langsung menyukainya. "Mon ami, Hastings!" ungkapan khas Poirot untuk sahabatnya pertama kali saya baca di sini. Ceritanya seru dan penuh bahaya. Setting tempat tidak hanya satu, tapi banyak! Betul-betul cerita detektif yang menarik. 

Lalu buku kedua adalah Pembunuhan di Orient Express. Oke, meskipun tidak seseru Empat Besar tapi penyelidikannya menarik. Endingnya mengejutkan. Lalu buku selanjutnya, Mayat dalam Perpustakaan dengan tokoh detektif Miss Marple, dan setelah beberapa buku Agatha Christie yang lainnya saya baca, barulah saya paham: Agatha Christie bukan penulis cerita spionase, tapi cerita detektif. Konon, ini salah satu buku yang tidak terlalu disukai oleh penulisnya sendiri. Tapi bagi saya, buku ini gerbang saya menuju cerita-cerita detektif di kemudian hari.

Buku yang pertama kali terbit tahun 1927 ini merupakan buku Agatha Christie yang ke-7 dalam koleksi perpustakaan digital saya. Dalam serial novel yang detektifnya Hercule Poirot, ini adalah buku ke-5. Saya memiliki versi pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini jika Anda ingin mengunduhnya.  








Saturday, April 25, 2020

Mrs. McGinty Sudah Mati

Mrs. McGinty Sudah Mati (Mrs. McGinty's Dead)
oleh Agatha Christie

Waktu-waktu makan adalah saat-saat terpenting dalam kehidupan Hercule Poirot sehari-hari. Sejak dulu ia memang sangat mementingkan soal perut, dan di hari tuanya ini ia menuai hasil kerjanya. 

Poirot yang tua memendam kekecewaan pada hari-hari yang sedang ia hadapi, kejahatan tidak lagi menantang. Saat ini, hanya karena sedikit uang, orang mati. Maka ia memutuskan untuk mengabaikan kasus Mrs. McGinty yang, menurut kabar di koran yang samar-samar diingatnya, juga merupakan kasus pembunuhan yang disebabkan oleh sedikit uang. Vonis kasus itu sudah ditentukan dan penjahat bernama James Bentley akan dihukum mati. 

Lalu terjadilah peristiwa aneh. Inspektur Spence, polisi yang menangkap James Bentley dan menyelidiki kasus McGinty itu, justru datang kepada Poirot sebab ia punya dugaan bahwa bukan Bentley-lah pembunuhnya. Maka pergilah Poirot ke Broadhinny, desa kecil tempat pembunuhan itu terjadi, meninggalkan semua kenyamanannya untuk hidup sengsara menumpang di rumah salah satu penduduk di sana. 

Kasus itu ternyata berkembang ke masa lalu tiga orang wanita yang sama-sama kelam. Di desa kecil itu, ada pembunuh yang terkait dengan masa silam yang kelam dari para wanita itu. Pembunuh yang tidak ingin identitas masa lalunya terungkap itu membunuh lagi. Dua korban sudah jatuh dan Poirot harus bergelut memecahkan kasus itu meskipun hidup tuanya semakin sengsara di tempat induk semangnya. Beruntung, Ariadne Olliver, si penulis kasus-kasus kriminal juga sedang berada di desa itu dan bisa "membantu"-nya. 

Mrs. McGinty's Dead terbit di tahun 1952 dan bukan merupakan buku dengan kasus terbaik bagi Hercule Poirot. Kasus dalam buku ini terbilang "ringan" dan tidak banyak mengandung kejutan. Tampaknya buku ini merupakan salah satu buku yang mengisyaratkan bahwa Poirot akan pensiun. Tokoh Ariadne Olliver mulai mendapatkan banyak tempat dalam buku ini, meskipun sebenarnya ia pernah "mendapat peran kecil" dalam buku Kartu-kartu di Meja (1936).

----
Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunduhnya.



Friday, April 24, 2020

Pembunuhan atas Roger Ackroyd

Pembunuhan atas Roger Ackroyd 
(The Murder of Roger Ackroyd)
oleh Agatha Christie


Janda kaya, duda kaya, pelayan yang menjadi tersangka, dan seorang detektif yang (tadinya) sedang tetirah. Itulah beberapa tokoh dalam novel yang disebut-sebut sebagai novel detektif Agatha Christie yang paling terkenal, paling kontroversial, dengan akhir cerita yang berpengaruh pada cerita-cerita detektif lainnya.


Ada seorang janda kaya yang sedang diperas ... eh, ... maksudnya, ada seorang janda kaya sedang "menghadapi pemerasan". Roger Ackroyd tahu itu. Ia sedang jatuh cinta pada si janda dan bermaksud menikahinya. Ia juga tahu bahwa wanita yang sama telah membunuh mantan suaminya dengan racun. Berikutnya, ia kemudian mengetahui bahwa wanita itu mati bunuh diri, overdosis. Sore setelah kematian si Janda, Roger Ackroyd nyaris mengetahui siapa pemerasnya ... eh, ... maksudnya siapa pelaku pemerasan itu. Barangkali karena itulah ia kemudian mati ditusuk di ruang kerjanya sendiri. Sebab ia tahu terlalu banyak atau ia terlalu banyak tahu.

Si pembunuh mungkin bisa lolos, tapi dia tidak tahu bahwa salah seorang kawan Roger Ackroyd adalah detektif kawakan berdarah Belgia bernama Hercule Poirot.

Poirot yang sebenarnya bermaksud pensiun dari pekerjaannya sebagai detektif swasta dan hendak tetirah di desa tempat tinggal temannya yang terbunuh itu, mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus terjun menyelidiki pembunuhan itu. (ini kalimat macam apa sih "mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus ..." ah, sudahlah) Silahkan baca bukunya, unduh di sini, kalau situnya penasaran bagaimana cara Poirot memecahkan kasus ini. Mengejutkan.

Tahukah situnya, .... iya ... kamuu ... (yeee ... udah punchline masih diterusin...) bahwa dasar dari cerita ini didapatkan oleh Agatha Christie dari ucapan saudara tirinya yang mengatakan "saat ini, nyaris setiap orang dalam cerita detektif menjadi penjahatnya, bahkan si detektif itu sendiri, sekali-kali aku ingin lihat seperti apa Watson kalau jadi penjahat. (petunjuk: memang ada nama Watson disebutkan di buku ini, dan memang Watson yang itu. Jadi bisa jadi .... aaargh .... kalimat aneh lagi ....John Hamish Watson-lah pembunuh Roger Ackroyd itu). *garuk2pala*

Tuesday, April 21, 2020

Kartu-kartu di Meja

Kartu-kartu di Meja (Cards on the Table)
oleh Agatha Christie


Empat tersangka pembunuhan, empat detektif. Agatha Christie mempersembahkan teka-teki cerdas dalam permainan kartu bridge yang mana orang-orang yang terlibat dalam permainan itu bisa saja merupakan pembunuh tuan rumah yang mengundang mereka. Ini merupakan salah satu kasus yang disukai oleh Poirot dan dianggap sangat membosankan oleh Hastings.

Mr. Shaitana yang misterius menjadi tuan rumah untuk pesta makan malam yang tidak biasa. Tamu-tamunya antara lain empat orang detektif -- Hercule Poirot, agen rahasia Kolonel Race, penulis kisah-kisah detektif Mrs. Ariadne Oliver, dan Komisaris Polisi Battle dari Scotland Yard -- dan empat orang yang diduga pernah melakukan pembunuhan di masa lalu mereka -- Dr. Roberts, Mrs. Lorrimer, Anne Meredith, dan Mayor Despard. 

Setelah makan malam selesai, para tamu beristirahat dan bermain bridge -- para detektif bermain di satu ruangan, sementara yang lainnya bermain di ruangan lain bersama-sama dengan sang tuan rumah yang beristirahat sambil menonton keempatnya bermain. Setelah para detektif menyelesaikan permainan mereka, Poirot dan Race mendapati bahwa Shaitana sudah mati tertusuk salah satu senjata koleksinya sendiri. Siapakah di antara empat pemain bridge di ruangan itu yang menjadi pembunuhnya?

Novel ini terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1936. Merupakan novel yang memperkenalkan sosok penulis cerita detektif Mrs. Ariadne Oliver pada pembaca novel-novel Agatha Christie. Konon, sosok ini merupakan alter ego dari Agatha Christie sendiri. Kelak diceritakan bahwa Poirot dan Oliver bersahabat sampai akhir hayat mereka. Di sini juga muncul tokoh lain yang disebutkan dalam novel-novel lainnya yaitu Kolonel Race dan Komisaris Polisi Battle. 

----
status file: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di nama korban untuk mengunduhnya. 

Saturday, April 18, 2020

Lapangan Golf Maut

Lapangan Golf Maut (The Murder on the Links)
oleh Agatha Christie


Pertama kali terbit di Inggris tahun 1923, The Murder on the Links bercerita tentang kasus pembunuhan yang terjadi di Perancis. Hercule Poirot dan Arthur Hastings berkunjung ke Vila Genevieve di Perancis Selatan setelah mendapatkan surat dari Monsieur Paul Renauld. Mereka terlambat, Renauld keburu mati. Beberapa bukti ditemukan, beberapa pertanyaan muncul. Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, sudah ada korban baru. Ingatan Poirot yang panjang mengenai kasus-kasus pembunuhan yang pernah terjadi, terbukti bermanfaat dalam memecahkan kasus di novel ini. 

Sementara itu, Hastings dalam novel ini jatuh cinta. Pada akhir cerita dikatakan Hastings akhirnya menikah dan pindah ke Argentina. Kemunculan Hastings di novel-novel Agatha Christie selanjutnya hanya terbatas pada saat-saat ketika ia pulang ke Inggris dari Argentina. 

Novel ini, kata Laura Thompson penulis biografi Agatha Christie, sangat Perancis. Bukan hanya soal setting tempat kejadiannya namun juga nada ceritanya. Penokohan Poirot berkembang semakin kuat seperti yang tampak dalam caranya melakukan deduksi mengenai pembunuh yang akan mengulangi modus operandi mereka apabila ternyata pembunuhan pertama yang mereka lakukan berhasil. Hal itu menguatkan teori yang dikemukakan oleh Poirot bahwa pada dasarnya manusia tidak berubah, mereka akan mengulangi cara-cara yang terbukti telah berhasil sebelumnya.

----
Status file: file di perpustakaan saya tersedia dalam bentuk pdf. versi bahasa Indonesia. Sebagai ucapan selamat, klik di nama belakang Arthur untuk mengunduh filenya. 




Friday, April 17, 2020

Misteri di Styles

Misteri di Styles
oleh Agatha Christie


Misteri di Styles atau dalam judul aslinya The Mysterious Affair at Styles, adalah novel pertama yang ditulis oleh Agatha Christie. Novel ini ditulis sekitar tahun 1916 di tengah-tengah masa Perang Dunia Pertama dan pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat pada bulan Oktober 1920. Nama-nama yang kelak menghiasi buku-buku karya Agatha Christie diperkenalkan di sini: Hercule Poirot, Inspektur Japp, dan Arthur Hastings. 

Alkisah, Poirot, seorang pengungsi dari Belgia, menetap di Inggris dan tinggal di dekat rumah Emily Inglethorp yang banyak membantunya membuka hidup baru. Hastings, teman lama Poirot, pensiun dari perang dan diundang untuk tinggal di rumah Emily. Emily Inglethorp kemudian ditemukan tewas diracun dan kemampuan Poirot dalam menyelidik sebagai detektif digunakan untuk memecahkan kasus pembunuhan ini. 

Tanggapan atas buku ini boleh dibilang sangat baik untuk buku detektif pertama dari seorang penulis. The New York Times Book Review menulis: "meskipun ini novel pertama ... kamu harus menunggu sampai bab terakhir dan rantai bukti terakhir yang bisa menguraikan plot cerita yang rumit dan siapa sebenarnya yang bersalah ...". 

Narasi novel ini memakai sudut pandang orang pertama, yaitu Hastings, dan memuat banyak unsur yang kemudian menjadi ciri Zaman Keemasan Cerita Detektif yang sebagian besar dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Agatha Christie. Tempat kejadian perkara merupakan rumah besar yang terpisah dari rumah-rumah lainnya, ada banyak tersangka yang masing-masing memiliki rahasianya sendiri-sendiri, terdapat sejumlah red herring yaitu faktor-faktor yang menyimpang dan menyesatkan logika, serta alur-alur yang mengejutkan. 

----
Status file: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunduhnya. Harap diingat bahwa penyediaan file digital ini bukan untuk dikomersilkan. Seperti yang tertulis dalam file itu, tujuannya hanya untuk "pelestarian buku dari kepunahan". Penghargaan saya sampaikan pada pembuat file tersebut yang saya kira juga berasal dari masa ketika harga buku masih terjangkau di republik ini dan rakyat Indonesia masih dimanjakan oleh buku-buku berkualitas di pasaran.