EMPAT BESAR
(The Big Four)
karya Agatha Christie
Dengan alur cerita yang berbeda dari buku-bukunya yang lain, Agatha Christie menulis Empat Besar sebagai cerita yang lebih berbau spionase ketimbang cerita kriminal-detektif walaupun tokoh protagonisnya tetap Hercule Poirot yang dibantu oleh sahabatnya, Arthur Hastings dan Inspektur Japp.
Mereka adalah penjahat empat sekawan yang dikenal dengan sebutan "Empat Besar". Nomor Satu adalah seorang Cina yang jenius, dalang kejahatan terbesar sepanjang masa; Nomor Dua adalah seorang multijutawan berkebangsaan Amerika; Nomor Tiga adalah seorang ilmuwan wanita berkebangsaan Perancis yang sangat cantik; dan Nomor Empat adalah "si Pemusnah", pembunuh berdarah dingin dengan keterampilan menyamar yang sangat luar biasa dan tugasnya adalah untuk memusnahkan siapa saja yang turut campur mengganggu rencana dari atasannya.
Keempatnya hanya punya satu tujuan sederhana: menguasai dunia.
Detektif berkebangsaan Belgia, Hercule Poirot, sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Amerika Selatan ketika seorang tamu tak dikenal, berlumuran lumpur di sekujur tubuhnya, berdiri di ambang pintu rumahnya dan pingsan. Kertas dengan tulisan angka empat berada dalam genggaman tangannya.
Kini, "Empat Besar" sedang memburu satu-satunya orang yang bisa mengalahkan mereka: Hercule Poirot. Bisakah Poirot yang dibantu oleh Hastings menelusuri petunjuk-petunjuk yang ada dan menghentikan kawanan penjahat itu menghancurkan dunia?
Ini adalah kasus paling berbahaya yang pernah ditangani oleh Poirot. Detektif berperawakan kecil ini bisa selamat dari racun, menghindari pohon yang tumbang, disetrum, dan kejar-kejaran berbahaya. Tapi ia tidak bisa menghindari ledakan bom di apartemennya sendiri. Benarkah Poirot mati dalam cerita ini? Bisakah Hastings berhasil tanpa bantuan Poirot?
Sekitar dua puluh lima tahun yang lalu, buku Empat Besar adalah buku pertama Agatha Christie yang saya baca dan saya langsung menyukainya. "Mon ami, Hastings!" ungkapan khas Poirot untuk sahabatnya pertama kali saya baca di sini. Ceritanya seru dan penuh bahaya. Setting tempat tidak hanya satu, tapi banyak! Betul-betul cerita detektif yang menarik.
Lalu buku kedua adalah Pembunuhan di Orient Express. Oke, meskipun tidak seseru Empat Besar tapi penyelidikannya menarik. Endingnya mengejutkan. Lalu buku selanjutnya, Mayat dalam Perpustakaan dengan tokoh detektif Miss Marple, dan setelah beberapa buku Agatha Christie yang lainnya saya baca, barulah saya paham: Agatha Christie bukan penulis cerita spionase, tapi cerita detektif. Konon, ini salah satu buku yang tidak terlalu disukai oleh penulisnya sendiri. Tapi bagi saya, buku ini gerbang saya menuju cerita-cerita detektif di kemudian hari.
Buku yang pertama kali terbit tahun 1927 ini merupakan buku Agatha Christie yang ke-7 dalam koleksi perpustakaan digital saya. Dalam serial novel yang detektifnya Hercule Poirot, ini adalah buku ke-5. Saya memiliki versi pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini jika Anda ingin mengunduhnya.

No comments:
Post a Comment