MISTERI KERETA API BIRU
(The Mystery of Blue Train)
karya Agatha Christie
Seorang wanita misterius, sebutir permata terkutuk legendaris, dan kereta api malam menuju ke pantai French Riviera, itulah bumbu-bumbu untuk kisah romantis yang sempurna, atau kejahatan yang sempurna?
Poirot naik Kereta Api Biru (le Train Bleu) dengan tujuan pantai cantik French Riviera. Begitu juga Katherine Grey yang untuk pertama kalinya akan menghabiskan musim dingin di luar Inggris, setelah tak lama sebelumnya ia mewarisi kekayaan yang jumlahnya cukup besar. Di atas kereta, Grey bertemu dengan Ruth Kettering, seorang wanita Amerika yang sedang meninggalkan perkawinannya yang tidak bahagia untuk bertemu dengan sang kekasih.
Keesokan harinya, Ruth ditemukan mati dicekik di dalam kompartemennya. Permata terkenal "Heart of Fire" yang baru saja diterima Ruth dari ayahnya ikut lenyap. Ayah Ruth, seorang jutawan Amerika bernama Rufus Van Aldin, dan sekretarisnya, Mayor Knighton, membujuk Poirot untuk menyelidiki kasus ini. Pelayan Ruth, Ada Mason, bersaksi bahwa ia melihat seorang laki-laki di dalam kompartemen Ruth namun ia tidak bisa mengenali lelaki itu.
Polisi mencurigai kekasih Ruth, the Comte de la Roche, sebagai sang pembunuh dan pencuri permata, namun Poirot tidak berpikir bahwa dialah pembunuhnya. Dugaan Poirot mengenai pembunuhnya jatuh pada suami Ruth, Derek Kettering, yang ternyata menjadi penumpang dalam kereta yang sama namun mengaku belum bertemu dengan Ruth. Katherine Grey mengatakan ia melihat Derek memasuki kompartemen Ruth. Dugaan semakin kuat setelah ditemukan kotak rokok yang berinisial huruf "K" ditemukan di dalam kompartemen itu.
Namun benarkah pembunuh Ruth adalah suaminya sendiri yang sakit hati? Lalu sebenarnya, adakah hubungan antara pembunuhan itu dengan pencurian permata, setelah Poirot mengetahui bahwa pencuri permata terkenal di dunia ternyata ada dalam kereta yang sama? Unduh bukunya di sini, dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia.
Buku Mystery of Blue Train diterbitkan di Inggris pada tahun 1928 dan merupakan buku keenam yang detektifnya adalah Hercule Poirot. Ingat, "biru" adalah warna kereta-nya bukan warna api-nya. Ini kereta penumpang yang terkenal di Eropa sono, bukan kereta pengangkut gas elpiji. Dan keretanya tidak apa-apa, cuma penumpangnya memang ada yang mati dibunuh. Dengan judul Misteri Kereta Api Biru, kesan yang diperoleh memang kasus yang terjadi dalam buku ini menimpa "keretanya" bukan penumpangnya. Atau malah judul itu menimbulkan kesan horor, seperti misalnya Misteri Bus Malam Hantu, dsb. Mungkin judul tepatnya adalah Misteri di Kereta Api Biru.
Menurut wikipedia, plot dalam novel ini sebenarnya berangkat dari cerita pendek berjudul "The Plymouth Express" yang terbit tahun 1923. Kelak, cerita pendek ini akan dikumpulkan bersama-sama cerita pendek Agatha Christie lainnya pada tahun 1974 dalam buku Poirot's Early Cases atau Kasus-kasus Perdana Poirot. Dalam buku ini juga disebut-sebut tentang desa fiktif St. Mary Mead yang menjadi tempat tinggal detektif karangan Agatha lainnya, Miss Marple. Pelayan Poirot yang bernama George juga muncul pertama kali dalam novel ini.









