Thursday, April 30, 2020

A Blossom of Bright Light

Jimmy Vega Mystery #2
A BLOSSOM OF BRIGHT LIGHT
karya Suzanne Chazin

Sekali lagi persoalan keimigrasian mewarnai novel kedua dalam seri Jimmy Vega. Jasad bayi perempuan yang baru dilahirkan ditemukan di hutan dekat La Casa, pusat pelayanan masyarakat yang mengkhususkan diri di bidang perlindungan para imigran gelap. Detektif Jimmy Vega berusaha memecahkan kasus ini, walaupun ada larangan dari atasannya.

Dalam hidup, adakalanya kita mengambil keputusan yang kelak akan kita sesali dan membuat hubungan kita dengan orang yang kita sayangi menjadi retak. Inilah yang terjadi antara Detektif Jimmy Vega dengan kekasihnya, Adele Figueroa. 

Seandainya pada malam itu Adele merespons panggilan masuk dari La Casa, barangkali ia masih bisa menyelamatkan nyawa si bayi. Persoalannya, malam itu adalah kesempatan yang langka terjadi. Ia yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun La Casa, bisa berkesempatan menghabiskan malam bersama sang kekasih Jimmy Vega yang bekerja sebagai detektif bagian pembunuhan di kota New York. Keduanya orang sibuk, dan ketika kesempatan menghabiskan malam berdua saja datang, mereka memutuskan untuk menikmatinya. 

Perasaan bersalah merasuki keduanya. Jimmy kemudian melakukan penyelidikan atas kasus itu. Sementara Adele memanfaatkan jaringan perlindungan imigrannya untuk mencari kebenaran di balik kasus tersebut. Keduanya kemudian mendapati bahwa di balik kehidupan kota kecil Lake Holly tersimpan teror yang sangat jahat dan siap memakan korban lagi. Untuk menghadapinya, keduanya harus bersatu kembali dan meningkatkan kepercayaan satu sama lain. 

Isu imigran gelap kembali diangkat oleh penulis. Kali ini sisi yang diungkap adalah nasib para anak imigran gelap itu. Banyak ulasan yang mengatakan bahwa buku kedua ini lebih baik dari buku pertama (Land of Careful Shadows). Tokoh-tokoh dalam buku kedua ini, walaupun mengambil tempat yang sama dengan buku pertama, lebih berkembang.

Data Buku:
Bahasa: Inggris
Tahun Terbit: Oktober 2015
Jumlah halaman: 360 halaman (edisi hardcover)

Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris. Klik di sini untuk mengunduhnya.

Land of Careful Shadows

Jimmy Vega Mystery #1
LAND OF CAREFUL SHADOWS
karya Suzanne Chazin

Mayat seorang wanita ditemukan di sebuah waduk penampungan air, 50 mil di sebelah utara kota New York. Korban masih berusia muda dan keturunan Hispanik. Dalam tasnya polisi menemukan foto bayi perempuan yang mereka yakini sebagai anak dari si korban. Tapi, di mana bayi itu sekarang? Apakah bayi itu masih hidup? Lalu, apa artinya tulisan pada secarik kertas yang juga ditemukan dalam tas mayat perempuan itu yang menyebutkan "Pulanglah ke negara asalmu, tempatmu bukan di sini."

Detektif Jimmy Vega kemudian didatangkan ke TKP untuk membantu polisi setempat yang dikepalai oleh Detektif Lou Greco. Bahkan sebelum dia turun dari mobil, ia sudah ditodong oleh salah satu polisi muda yang sedang berada di sana hanya karena warna kulitnya berbeda.

Jimmy Vega adalah seorang warga keturunan Latin. Di masa kecilnya ia pernah tinggal di daerah tempat korban ditemukan, sebuah kota kecil fiktif bernama Holly Lake. Oleh karena itulah ia tahu bahwa penyelidikan yang ia lakukan akan sulit. Di kota kecil itu banyak imigran yang tidak memiliki dokumen-dokumen resmi dan seragam serta lencana yang ia gunakan, walaupun ia juga warga keturunan, justru akan membuat saksi-saksi enggan berbicara dengannya.

Sementara ia harus segera menemukan keberadaan si bayi yang ada dalam foto itu dan berupaya menangkap pembunuh wanita yang ditemukan di waduk itu, ia juga menghadapi persoalan rumah tangganya sendiri. Anak perempuannya, yang tinggal bersama mantan istrinya, juga tengah menghadapi krisis. Tekanan juga datang dari pengacara kaum imigran itu. Bisakah Jimmy Vega kemudian memecahkan kasus itu?

Novel ini merupakan novel pertama dalam rangkaian seri novel tentang Detektif Jimmy Vega. Sampai bulan April 2020 ini, Suzanne Chazin telah merampungkan lima novel dengan tokoh utama detektif berdarah keturunan ini. 

Barangkali kisah dalam novel ini tidak terlalu menegangkan atau penuh intrik seperti cerita detektif kriminal pada umumnya, namun novel ini unik karena mengungkapkan banyak hal mengenai persoalan nasib imigran gelap di Amerika. Kesulitan dalam pemecahan kasus terutama disebabkan oleh prasangka. Tidak ada imigran yang mau bicara dengan polisi, meskipun warna kulit polisi itu sama dengan mereka. 

Soal warga "keturunan" dan "pendatang" memang selalu jadi persoalan pelik di negara yang dulu adidaya itu. Persoalan yang lucu dan ironis sebenarnya, mengingat mereka yang sekarang mengaku-aku sebagai "penduduk asli" sebenarnya juga keturunan dari leluhur yang pendatang. Dengan demikian, persoalan "warga pendatang" ini hanya menunjukkan bahwa prasangka ras bisa dilembagakan dan pembedaan perlakuan bisa disahkan secara sosial dan hukum. 

Data Buku:
Bahasa: Inggris
Tahun terbit: November 2014
Jumlah halaman: 352 halaman (edisi hardcover)
Rating goodread: 3,78 dari 5 (per 30 April 2020)

Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris, klik di sini untuk mengunduh.

Wednesday, April 29, 2020

A Tangled Web

A TANGLED WEB
karya Leslie Rule

Di zaman ketika orang-orang bisa menciptakan identitas-identitas baru di dunia maya tanpa ada batasan apapun, siapa yang bisa kita percaya? Dirinya yang nyata atau identitasnya di dunia maya? Bisakah kita yakin bahwa di belakang setiap pesan teks dan e-mail yang dikirimkan kepada kita dan unggahan status di media sosial benar-benar si manusia "aslinya"? Novel ini menceritakan kasus nyata di zaman internet ketika dunia maya dan jaringan komunikasi menjadi tempat bagi pembunuh yang tersembunyi.


Pada awalnya polisi tidak percaya bahwa Cari Lea Farver, 37 tahun, menjadi korban penculikan karena kelihatannya Cari masih tetap mengirimkan pesan-pesan kepada pacar barunya dan atasannya. Menurut polisi, Cari melakukannya atas kemauannya sendiri: ia menghilang, memutuskan hubungan dengan pacar barunya, berhenti dari pekerjaannya, meninggalkan anaknya untuk diurus oleh orang tuanya, dan meninggalkan ayahnya yang sedang sakit parah. Kesemuanya itu dilakukan oleh Cari berdasarkan pesan-pesan yang diterima oleh Dave Kroupa, sang pacar baru.

Keluarga, teman-teman dekatnya, dan bahkan atasannya tidak percaya Cari akan tega melakukan itu semua. Di mata mereka, Cari adalah seorang ibu yang bertanggungjawab, pekerja yang bisa diandalkan, dan teman yang setia. Persoalannya, pesan-pesan yang ada justru menyatakan sebaliknya. 

Cari menghilang pada bulan November 2012. Ini adalah kasus kontemporer yang ada di zaman kita. 

Nancy Raney, ibunda Cari, tetap merasa ada yang salah dengan semua itu. Ia melaporkan bahwa Cari telah diculik dan bahwa ada seorang penipu yang mengambil identitas Cari di media sosial, berpura-pura menjadi Cari, dan mengirimkan pesan-pesan dari nomor Cari.

Jika Nancy merasa khawatir atas keselamatan Cari, lain halnya dengan Dave Kroupa. Ia justru takut terhadap Cari. Karena terus menerus mendapatkan pesan dari nomor Cari, ia merasa justru Cari sedang menguntit dan memata-matai dirinya. Selama tiga tahun setelah hilangnya Cari, ia memang tidak pernah bisa melihat atau mendengar Cari, tapi bagaimana mungkin pesan-pesan email yang ia terima dari Cari justru menunjukkan bahwa Cari selalu tahu apa yang ia lakukan. Bahkan Cari tahu  bahwa ia punya hubungan dekat dengan seorang wanita bernama Shanna "Liz" Golyar yang Cari sebut sebagai "pelacur gemuk". Cari tampaknya terobsesi pada hubungan Dave dengan Liz.

Akan tetapi, benarkah si penguntit itu Cari Lea Farver? Bisakah polisi (dan kita semua) mempercayai bahwa orang yang mengirimkan pesan-pesan itu adalah benar-benar Cari? Butuh tiga tahun bagi polisi untuk mengungkapkan kasus ini. 

Data buku:
Bahasa: Inggris
Tahun terbit: April 2020
Penerbit: Citadel Press
Jumlah Hal: 304 halaman (edisi hardcover)
Rating goodreads: 4.23 dari 5.00 (30 April 2020)

Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris. Klik di sini.


Sunday, April 26, 2020

Kiss the Girls

KISS THE GIRLS 
(Serial Alex Cross #2)
oleh James Patterson


Detektif Alex Cross beraksi lagi. Kali ini penjahatnya bukan hanya satu tapi dua, dan keduanya saling bersaing. Penculik dan pembunuh, Casanova dan The Gentleman Caller memilih target mereka adalah para wanita muda dan salah satu korbannya adalah Naomi "Scootchie" Cross.

Alex Cross mau tidak mau harus melibatkan diri dalam kasus ini sebab Naomi Cross, mahasiswi Duke University yang jadi korban penculikan itu, tak lain adalah keponakannya sendiri. Ia dan Sampson, partnernya, segera berangkat ke North Carolina, tempat kampus Naomi berada. Di sana mereka berjumpa detektif-detektif yang menyatakan bahwa FBI dan DEA ikut serta dalam penyelidikan kasus ini. Diperkirakan sudah ada delapan hingga sepuluh wanita dari berbagai negara bagian telah menjadi korban penculikan. Semuanya mendapat pesan dari seseorang bernama Casanove. Sementara itu, si Casanova sendiri tengah menculik Dr. Kate McTiernan.

Seorang reporter bernama Beth Lieberman sedang menulis serangkaian kasus mengenai penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang bernama Gentleman Caller yang baru saja memperkosa dan membunuh seorang anak berusia 14 tahun. Gentleman Caller menyuratinya dan memaksa Lieberman untuk menerbitkan suratnya itu, jika tidak, ia mengancam akan memberikan pembunuhan bonus. Agen FBI Kyle Craig ditugaskan untuk menemui Beth Lieberman di Los Angeles.

Petunjuk-petunjuk mulai bermunculan seiring dengan berjalannya cerita. Cross dan para detektif dari FBI, dengan bantuan dari McTierman yang berhasil lolos dari sarang Casanova, mulai bisa mengidentifikasi siapa para pembunuh itu. Bisakah Naomi dan para gadis lain diselamatkan?

Buku ini terbit tahun 1995 dan diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 1997. Menurut saya buku ini lebih bagus dari yang pertama (Along Came a Spider). James Patterson menuliskannya dengan gaya cepat, intens, dalam paragraf dan bab-bab yang pendek-pendek. Jadi, meskipun buku ini lumayan tebal, nyaris lima ratus halaman, Anda tidak akan bosan membacanya. Sayangnya, walaupun penjahatnya dibuat jadi dua, tidak banyak kejutan dalam alur ceritanya.


Data buku:
Bahasa: Inggris
Terbit pertama: 1995
Jumlah halaman: 481 hal. (edisi paperback)
Status: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris.   

Saturday, April 25, 2020

The Veiled Detective

The Futher Adventure of Sherlock Holmes series
The Veiled Detective
oleh David Stuart Davies

Kemunculan seorang anak muda bernama Sherlock Holmes yang ingin memulai karir sebagai detektif swasta di London telah menarik perhatian Professor James Moriarty, seorang penjahat kelas kakap. Maka direkrutlah seorang veteran yang baru pulang dari perang di Afganistan, Dr. John H. Walker, untuk memata-matai detektif muda yang cerdas itu. Walker menyetujui tugas itu. Ia berganti nama, berkenalan dengan Sherlock Holmes, dan menjalin persahabatan dengannya.

Persahabatan seumur hidup yang kelak akan menguji kesetiaannya dan membuatnya mempertanyakan kembali nilai-nilai yang selama ini dianutnya.

Novel ini merupakan seri pertama dalam serial the Further Adventure of Sherlock Holmes yang merupakan pastiches (karya yang meniru karya yang sudah ada sebelumnya) dari cerita detektif Sherlock Holmes yang aslinya ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle.

Jika Anda adalah seorang yang juga suka membaca komik Marvel, misalnya, tentu Anda tidak asing dengan seri What If? yang pernah diterbitkan oleh Marvel. Dalam seri itu, cerita-ceritanya merupakan cerita-cerita yang "melenceng" dari cerita aslinya dengan mengambil titik-titik peristiwa penting dalam semesta Marvel. Contohnya: bagaimana seandainya ada orang lain selain Spider-man yang juga digigit oleh laba-laba radioaktif? atau bagaimana seandainya Conan the Barbarian masih hidup sekarang ini? Seri the Further Adventure of Sherlock Holmes ini juga seperti itu. Seri ini menawarkan semacam semesta alternatif mengenai "bagaimana seandainya" dan "apa yang akan terjadi jika..." dalam semesta cerita detektif Sherlock Holmes.

Bagi penyuka serial Sherlock yang dibintangi oleh Bennedict Cumberbatch (sebagai Sherlock Holmes) dan Martin Freeman (sebagai Dr. John H. Watson), tentu tahu bahwa pertanyaan "what if" ini pernah mengusik penonton dalam episode The Reichenbach Fall ketika Moriarty mengaku-ngaku bahwa ia hanyalah aktor yang disewa oleh Holmes. Bagaimana seandainya Holmes hanyalah detektif palsu yang menyewa aktor-aktor, menciptakan kejahatan-kejahatan, dan sudah menyusun trik-triknya sebelumnya seperti sulap?

Jangan khawatir soal pengarangnya. David Stuart Davies adalah seorang "Sherlockian" yang disegani. Sudah banyak karya-karyanya mengenai Sherlock Holmes, baik fiksi maupun nonfiksi. Novel ini diterbitkan pada tahun 2004.

----
status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris.

Ia Tak Betah di Rumah

Perkara Kriminal di Majalah Intisari, no. 280, November 1986. Halaman 68.

IA TAK BETAH DI RUMAH

Seorang pengusaha ditembak pada suatu pagi hari Minggu di tempat kerjanya. Franklin Bradshaw, si pengusaha itu, meskipun kaya raya dan dicintai oleh para karyawannya, ternyata tidak sesukses itu dalam soal rumah tangganya. Anak yang serakah dan manipulatif, cucu-cucu yang "nakal" dan istri yang tidak bahagia menjadi penyebab ia kehilangan nyawanya.

baca kisah selengkapnya di sini


Fakta kasus:
- Kasus ini merupakan kisah nyata yang terjadi di Utah, AS.
- Pembunuhan ini menginspirasi munculnya dua buku dan dua film televisi.


Mrs. McGinty Sudah Mati

Mrs. McGinty Sudah Mati (Mrs. McGinty's Dead)
oleh Agatha Christie

Waktu-waktu makan adalah saat-saat terpenting dalam kehidupan Hercule Poirot sehari-hari. Sejak dulu ia memang sangat mementingkan soal perut, dan di hari tuanya ini ia menuai hasil kerjanya. 

Poirot yang tua memendam kekecewaan pada hari-hari yang sedang ia hadapi, kejahatan tidak lagi menantang. Saat ini, hanya karena sedikit uang, orang mati. Maka ia memutuskan untuk mengabaikan kasus Mrs. McGinty yang, menurut kabar di koran yang samar-samar diingatnya, juga merupakan kasus pembunuhan yang disebabkan oleh sedikit uang. Vonis kasus itu sudah ditentukan dan penjahat bernama James Bentley akan dihukum mati. 

Lalu terjadilah peristiwa aneh. Inspektur Spence, polisi yang menangkap James Bentley dan menyelidiki kasus McGinty itu, justru datang kepada Poirot sebab ia punya dugaan bahwa bukan Bentley-lah pembunuhnya. Maka pergilah Poirot ke Broadhinny, desa kecil tempat pembunuhan itu terjadi, meninggalkan semua kenyamanannya untuk hidup sengsara menumpang di rumah salah satu penduduk di sana. 

Kasus itu ternyata berkembang ke masa lalu tiga orang wanita yang sama-sama kelam. Di desa kecil itu, ada pembunuh yang terkait dengan masa silam yang kelam dari para wanita itu. Pembunuh yang tidak ingin identitas masa lalunya terungkap itu membunuh lagi. Dua korban sudah jatuh dan Poirot harus bergelut memecahkan kasus itu meskipun hidup tuanya semakin sengsara di tempat induk semangnya. Beruntung, Ariadne Olliver, si penulis kasus-kasus kriminal juga sedang berada di desa itu dan bisa "membantu"-nya. 

Mrs. McGinty's Dead terbit di tahun 1952 dan bukan merupakan buku dengan kasus terbaik bagi Hercule Poirot. Kasus dalam buku ini terbilang "ringan" dan tidak banyak mengandung kejutan. Tampaknya buku ini merupakan salah satu buku yang mengisyaratkan bahwa Poirot akan pensiun. Tokoh Ariadne Olliver mulai mendapatkan banyak tempat dalam buku ini, meskipun sebenarnya ia pernah "mendapat peran kecil" dalam buku Kartu-kartu di Meja (1936).

----
Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunduhnya.



Friday, April 24, 2020

Pembunuhan atas Roger Ackroyd

Pembunuhan atas Roger Ackroyd 
(The Murder of Roger Ackroyd)
oleh Agatha Christie


Janda kaya, duda kaya, pelayan yang menjadi tersangka, dan seorang detektif yang (tadinya) sedang tetirah. Itulah beberapa tokoh dalam novel yang disebut-sebut sebagai novel detektif Agatha Christie yang paling terkenal, paling kontroversial, dengan akhir cerita yang berpengaruh pada cerita-cerita detektif lainnya.


Ada seorang janda kaya yang sedang diperas ... eh, ... maksudnya, ada seorang janda kaya sedang "menghadapi pemerasan". Roger Ackroyd tahu itu. Ia sedang jatuh cinta pada si janda dan bermaksud menikahinya. Ia juga tahu bahwa wanita yang sama telah membunuh mantan suaminya dengan racun. Berikutnya, ia kemudian mengetahui bahwa wanita itu mati bunuh diri, overdosis. Sore setelah kematian si Janda, Roger Ackroyd nyaris mengetahui siapa pemerasnya ... eh, ... maksudnya siapa pelaku pemerasan itu. Barangkali karena itulah ia kemudian mati ditusuk di ruang kerjanya sendiri. Sebab ia tahu terlalu banyak atau ia terlalu banyak tahu.

Si pembunuh mungkin bisa lolos, tapi dia tidak tahu bahwa salah seorang kawan Roger Ackroyd adalah detektif kawakan berdarah Belgia bernama Hercule Poirot.

Poirot yang sebenarnya bermaksud pensiun dari pekerjaannya sebagai detektif swasta dan hendak tetirah di desa tempat tinggal temannya yang terbunuh itu, mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus terjun menyelidiki pembunuhan itu. (ini kalimat macam apa sih "mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus ..." ah, sudahlah) Silahkan baca bukunya, unduh di sini, kalau situnya penasaran bagaimana cara Poirot memecahkan kasus ini. Mengejutkan.

Tahukah situnya, .... iya ... kamuu ... (yeee ... udah punchline masih diterusin...) bahwa dasar dari cerita ini didapatkan oleh Agatha Christie dari ucapan saudara tirinya yang mengatakan "saat ini, nyaris setiap orang dalam cerita detektif menjadi penjahatnya, bahkan si detektif itu sendiri, sekali-kali aku ingin lihat seperti apa Watson kalau jadi penjahat. (petunjuk: memang ada nama Watson disebutkan di buku ini, dan memang Watson yang itu. Jadi bisa jadi .... aaargh .... kalimat aneh lagi ....John Hamish Watson-lah pembunuh Roger Ackroyd itu). *garuk2pala*

Rahasia Chimneys

Rahasia Chimneys (The Secret of Chimneys)
oleh Agatha Christie


Saya tidak terlalu suka politik dan barangkali karena itulah saya tidak terlalu mengerti alur cerita dalam buku kelima yang ditulis oleh Agatha Christie ini (beberapa sumber menuliskan ini adalah buku keenam, barangkali karena memasukkan The Road of Dreams yang merupakan kumpulan puisi Agatha Christie). Kelak, jika saya tidak segan untuk mengulangi membaca buku ini, barangkali saya bisa menulis ulasan yang lebih "adil"

Kisahnya dimulai dari Bulawayo (yang ternyata setelah saya cari ada di Zimbabwe, Afrika) di mana seorang pemandu turis bernama Anthony "Gentleman Joe" Cade berjumpa dengan kawan lamanya yang bernama James "Jimmy" McGrath. Jimmy menawarinya pekerjaan yang gampang dengan upah yang besar yaitu (1) mengantarkan sebuah draft memoar kepada penerbit di London dan (2) mengantarkan surat-surat kepada seorang wanita yang menulis surat-surat itu.

Sementara itu di Inggris, politikus George Lomax membujuk Lord Caterham untuk mengadakan pesta di Chimneys. Di antara tamu yang diundang adalah sepupu sang Lord yang bernama Virginia Revel dan Hiram Fish, seorang kolektor buku edisi perdana. Tamu-tamu yang datang termasuk para petinggi dari negara Herzoslovakia yang saat itu sedang berusaha untuk mengembalikan sistem monarki di negara tersebut.

Tugas yang semestinya gampang ternyata membawa Cade ke tengah-tengah pusaran konspirasi politik internasional. Pembunuhan, pemerasan, dan kasus permata terkenal yang lenyap membuat Virginia Revel kebingungan. Keduanya, dengan dibantu oleh Inspektur Battle dari Skotland Yard  dan Monsieur Lemoin dari Surete, berusaha menelusuri benang merah yang berujung di Chimneys. 

Ini adalah buku pertama kemunculan tokoh Inspektur Battle sebagai penyelidik dalam buku karya Agatha Christie. Kelak ia akan muncul dalam empat buku lain yaitu Misteri Tujuh Lonceng (Seven Dials Mystery), Kartu-kartu di Meja (Cards on the Table), Membunuh itu Gampang (Murder is Easy), dan Menuju Titik Nol (Towards Zero).

----
status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di Bulawayo (saya senang mendengar kata itu, "bulawayo ... bulawayo ..."

Thursday, April 23, 2020

The Mask of Dimitrios

The Mask of Dimitrios
oleh Eric Ambler


The Mask of Dimitrios disebut-sebut sebagai novel Eric Ambler yang paling terkenal dan berpengaruh. Diterbitkan pertama kali di tahun 1939, di rimba persilatan perbukuan online, buku ini mendapatkan nilai nyaris sempurna, hampir lima bintang. Ulasan-ulasan muncul secara positif dari mereka yang telah membaca buku ini secara (catat!) hati-hati. 

Buku ini bercerita tentang petualangan Profesor Charles Latimer, seorang dosen di bidang politik ekonomi, yang banting setir menjadi penulis cerita detektif kriminal. Suatu ketika, ketika sedang berada di Turki dalam rangka menyelesaikan novel kelimanya, Latimer berkesempatan bertemu dengan Kolonel Haki yang --diindikasikan sebagai pejabat tinggi di kepolisian-- juga senang membaca cerita-cerita detektif. 

Kolonel Haki menceritakan kisah seorang kriminal besar bernama Dimitrios  kepada Latimer dan memberinya catatan-catatan kriminal dari Dimitrios itu kepada Latimer. Malam sebelum pertemuan itu, mayat Dimitrios ditemukan di sungai Bosphorus. Tertarik atas kisah hidup kriminal itu, Latimer meminta izin untuk melihat mayatnya dan diizinkan oleh Haki. Keesokan harinya, Latimer memutuskan untuk menelusuri biografi dan jejak-jejak kejahatan yang telah dilakukan oleh Dimitrios di daratan Eropa. Perjalanan itu membawanya masuk ke dalam petualangan yang berbahaya, intrik-intrik politik, perdagangan manusia dan obat bius, bahkan peperangan yang terjadi di daratan Eropa itu. 

The Mask of Dimitrios diterbitkan juga dengan judul The Coffin of Dimitrios di Amerika dan pernah diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama dengan judul aslinya pada tahun 1944. 

----
Status file: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris. Klik di sini untuk mengunduh.

Wednesday, April 22, 2020

Patrick Mahon

Judul: PATRICK MAHON, BODOH ATAUKAH ABNORMAL?
Sumber: Majalah Intisari, No. 116, tanggal 2 Maret 1973

Seorang wanita dibunuh di sebuah bungalo yang sepi. Seharusnya pembunuhan yang tampaknya sudah direncanakan itu tidak akan terungkap seandainya si pembunuh tidak melakukan tindakan bodoh dalam usahanya melenyapkan jenazah korban.

Baca cerita lengkapnya di sini.


Fakta-fakta:
  • Kisah pembunuhan ini merupakan kisah nyata. Karena kasus ini, Patrick Herbert Mahon kemudian dikenal dengan julukan The Bungalow Murder dan dianggap sebagai salah satu pembunuh paling kejam dalam sejarah kriminal modern Inggris. 
  • Pembunuhan Emily Beilby Kaye bukan satu-satunya pembunuhan di sekitar lokasi yang disebut the Crumbles itu. Ada satu pembunuhan lain terjadi empat tahun sebelumnya. Kedua kasus pembunuhan itu kemudian dikenal dengan sebutan the Crumbles Murders. 
  • Thomas Pierrepoint adalah algojo yang menggantung ketiga orang pembunuh dalam kedua kasus Crumbles Murders.


Tuesday, April 21, 2020

Along Came a Spider

Along Came a Spider
(Alex Cross, #1)
oleh James Patterson


Maggie Rose Dune dan Michael Goldberg, murid sekolah swasta ekslusif, diculik oleh guru matematika mereka. Detektif Alex Cross yang saat itu sedang menangani pembunuhan brutal dengan dua korban kulit hitam pekerja prostitusi dan seorang anak, ditarik untuk menyelidiki kasus penculikan kedua anak sekolah itu. 

Penculiknya sudah diketahui: si guru matematika, Gary Soneji. Pertanyaannya adalah, dimana dia menyekap kedua anak itu? Kedua kasus yang ia tangani mengusik nurani Alex Cross. Anak kulit hitam yang terbunuh dengan brutal dan dua anak dari keluarga berada yang lenyap tak tentu rimbanya. Ia sendiri adalah ayah dari dua orang anak kecil. Apalagi kemudian, salah satu anak yang diculik ditemukan tewas. 

Tebusan diajukan. Gary Soneji meminta 10 juta dolar untuk pembebasan Maggie Rose dengan syarat pengantaran itu dilakukan oleh Alex Cross sendiri. Bisakah ia menyelamatkan Maggie Rose? Ternyata masih jauh dari akhir cerita.

Buku ini terbit pertama kali tahun 1993, 27 tahun yang lalu, dan kini (sudah) dianggap sebagai salah satu buku detektif klasik. Saya membacanya sekitar dua tahun kemudian dan menonton filmnya pada tahun 2002. Seandainya ada istilah "buku-yang-membuatmu-merasa-tua" saya rasa buku inilah salah satunya. 

Detektif Alex Cross dalam cerita ini, berbeda dari detektif-detektif yang pernah saya baca. Di sini deduksi ala Poirot dan Holmes tidak menjadi unsur utama. Lebih menonjolkan segi ketegangannya dan aksinya, saya kira. Sang detektif dikejar oleh waktu, ditekan dari segi politik, sekaligus sibuk menangani urusan pribadinya. Plotnya baik dengan unsur-unsur yang mengejutkan di mana-mana. 

Penokohannya cukup kuat untuk novel pertama dalam rangkaian seri yang akan terus menceritakan detektif dan musuhnya. Alex Cross digambarkan sebagai seorang detektif yang cerdas dengan gelar dokter di bidang psikologi. Ia berkulit hitam, tinggal di lingkungan hitam, dan memiliki dua orang anak kecil. Ia dan keluarganya adalah sosok ayah ideal dan dihormati di lingkungannya. Gary Soneji digambarkan  sebagai penjahat yang pandai menyamar, pintar dalam merencanakan kejahatannya, dan sakit jiwa. 

---



Misteri Puri Setan

Misteri Puri Setan (The Secret of Terror Castle)
oleh Robert Arthur

Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu mendapatkan hadiah berupa fasilitas memakai mobil mewah berikut supirnya selama tiga puluh hari, 24 jam penuh? Saya kira cuma Jupiter Jones yang punya ide untuk mendirikan agen detektif partikelir dengan memanfaatkan hadiah semacam itu. Bersama dua orang temannya, Pete Crenshaw dan Bob Andrews, ia mendirikan agen detektif "Trio Detektif" dengan slogan "kami menyelidiki segala-galanya".

Inilah serial detektif remaja yang populer di tahun 80-an di Indonesia, walaupun di negara aslinya serial ini sudah ditulis sejak tahun 1964. Aslinya seri ini ditulis dengan tajuk Alfred Hitchcock and Three Investigators, namun sebenarnya tidak ada satu pun yang ditulis oleh Alfred Hitchcock. Misteri Puri Setan adalah buku pertama dalam serial ini. Ditulis oleh Robert Arthur Jr., buku ini terbit pertama kali pada tahun 1964

Dalam buku Misteri Puri Setan diceritakan bahwa agensi detektif remaja yang didirikan oleh Jupiter Jones dkk., masih mencari cara untuk menjadi terkenal. Oleh karena itu, mereka berupaya mengontak sutradara terkenal Alfred Hitchcock agar mau mempromosikan nama mereka. Mereka berhasil bertemu dengan sutradara terkenal itu yang kemudian mengajukan syarat bahwa mereka harus mencari sebuah puri yang benar-benar berhantu untuk dijadikan tempat shooting film oleh sutradara itu. 

Puri berhantu yang bernama asli Terril's Castle sudah terkenal di daerah tempat Trio Detektif tinggal. Konon hantu Stephen Terril, pemilik puri yang merupakan mantan pemain film bisu terkenal, bergentayangan di dalam puri itu untuk mencegah siapa saja menempati puri kesayangannya. Trio Detektif yang menyelidiki puri itu kemudian menemukan lebih dari sekedar hantu di dalamnya. Ada yang misterius selain Hantu Biru dan Kabut Kengerian yang mereka jumpai di sana. 

----
status file: tersedia dalam bentuk pdf. klik di tahun pertama penerbitan serial detektif remaja ini untuk mengunduhnya.

Kartu-kartu di Meja

Kartu-kartu di Meja (Cards on the Table)
oleh Agatha Christie


Empat tersangka pembunuhan, empat detektif. Agatha Christie mempersembahkan teka-teki cerdas dalam permainan kartu bridge yang mana orang-orang yang terlibat dalam permainan itu bisa saja merupakan pembunuh tuan rumah yang mengundang mereka. Ini merupakan salah satu kasus yang disukai oleh Poirot dan dianggap sangat membosankan oleh Hastings.

Mr. Shaitana yang misterius menjadi tuan rumah untuk pesta makan malam yang tidak biasa. Tamu-tamunya antara lain empat orang detektif -- Hercule Poirot, agen rahasia Kolonel Race, penulis kisah-kisah detektif Mrs. Ariadne Oliver, dan Komisaris Polisi Battle dari Scotland Yard -- dan empat orang yang diduga pernah melakukan pembunuhan di masa lalu mereka -- Dr. Roberts, Mrs. Lorrimer, Anne Meredith, dan Mayor Despard. 

Setelah makan malam selesai, para tamu beristirahat dan bermain bridge -- para detektif bermain di satu ruangan, sementara yang lainnya bermain di ruangan lain bersama-sama dengan sang tuan rumah yang beristirahat sambil menonton keempatnya bermain. Setelah para detektif menyelesaikan permainan mereka, Poirot dan Race mendapati bahwa Shaitana sudah mati tertusuk salah satu senjata koleksinya sendiri. Siapakah di antara empat pemain bridge di ruangan itu yang menjadi pembunuhnya?

Novel ini terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1936. Merupakan novel yang memperkenalkan sosok penulis cerita detektif Mrs. Ariadne Oliver pada pembaca novel-novel Agatha Christie. Konon, sosok ini merupakan alter ego dari Agatha Christie sendiri. Kelak diceritakan bahwa Poirot dan Oliver bersahabat sampai akhir hayat mereka. Di sini juga muncul tokoh lain yang disebutkan dalam novel-novel lainnya yaitu Kolonel Race dan Komisaris Polisi Battle. 

----
status file: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di nama korban untuk mengunduhnya. 

Pria Bersetelan Coklat

Pria Bersetelan Coklat (The Man in the Brown Suit)
oleh Agatha Christie

Anne Beddingfeld yang muda dan cantik baru saja ditinggal mati oleh ayahnya, seorang arkeolog. Ia pergi ke London untuk mencari peruntungan. Di sebuah stasiun kereta ia menyaksikan seorang pria terbunuh dan menemukan secarik kertas bertuliskan nama kapal laut yang akan berlayar ke Afrika. Keesokan harinya, di sebuah puri, seorang wanita ditemukan mati. Seorang pria bersetelan coklat, yang terlihat sebelum pembunuhan itu menjadi tersangka. Anne lalu memesan tempat di Kilmorden Castle untuk melacak misteri yang ada di dua pembunuhan itu.

The Man in the Brown Suit terbit pada tahun 1924 di Inggris. Novel ini dikatakan lebih menonjolkan sisi petualangan ketimbang sisi pemecahan kasus oleh seorang detektif. Semangat yang tampak dalam novel ini adalah semangat petualangan seorang Inggris yang saat itu dipenuhi oleh pikiran romantis mengenai negeri-negeri jajahannya. Dalam novel ini hal itu tampak dalam perjalanan dengan kapal laut dan lansekap negeri Afrika yang eksotis bagi orang-orang Eropa. 

Novel ini memperkenalkan sosok Colonel Race, seorang agen Secret Service, yang akan muncul kelak dalam tiga novel Agatha Christie selanjutnya yakni Kartu-kartu di Meja (Cards on the Table), Pembunuhan di Sungai Nil (Death in the Nile) dan Kenangan Kematian (Sparkling Cyanide).

-----
Status file: tersedia dalam pdf berbahasa Indonesia, klik di nama kapalnya.

The Tiger in the Smoke

The Tiger in the Smoke
oleh Margery Allingham

Meg Elginbrodde, seorang janda, menjadi korban perundungan yang aneh dan barangkali mengawali munculnya serangkaian surat kaleng. Seseorang mengiriminya foto yang menunjukkan bahwa suaminya masih hidup dan sehat walafiat. Sementara itu, seorang pembunuh berdarah dingin Jack Havoc melarikan diri dari penjara dan berkeliaran di jalanan kota London yang berkabut. Sekelompok pengemis dan penipu yang dipimpin oleh seseorang bernama Tidy Doll dan sekelompok umat paroki dari gereja kecil St. Peter of the Gate sama-sama memiliki alasan untuk cemas bahwa Havoc akan menyerang mereka, sebagai upaya balas dendam dan mengincar sebuah harta karun misterius yang sudah lama ia inginkan. Seiring berjalannya cerita, dua kisah yang tampaknya tidak berkaitan itu, sang janda dan sang pembunuh, semakin terlihat hubungannya dan mencapai klimaksnya di sebuah desa terpencil di Perancis. 

The Tiger in the Smoke adalah buku keempatbelas (menurut situs goodreads) dalam serial Albert Campion Mysteries karangan Margery Allingham (1905-1966). Dalam serial ini diceritakan bagaimana Albert Campion, seorang detektif gentleman berdarah bangsawan, yang dibantu oleh asistennya Magersfontein Lugg berusaha memecahkan kasus-kasus kriminal dengan setting tempat di London yang muram dan berkabut. The Tiger in the Smoke pertama kali diterbitkan pada tahun 1952 di Inggris. 

Dikatakan bahwa novel ini merupakan karya terbaik Allingham dengan narasi yang mencekam menggaung dari jalanan kota London yang lengang, lorong-lorong yang gelap, dan pub-pub suram berisikan orang-orang yang kasar.  Penokohannya kuat, mulai dari seorang pembunuh menakutkan yang kabur dari penjara hingga pemimpin kelompok penipu Tidy Doll yang albino, walaupun tokoh utama detektifnya justru tidak terlalu dominan dalam novel ini. 

Novel ini pernah difilmkan pada tahun 1956 dengan judul yang sama.

-----
Status file: Tersedia dalam bentuk pdf bahasa Inggris. 




Saturday, April 18, 2020

Lapangan Golf Maut

Lapangan Golf Maut (The Murder on the Links)
oleh Agatha Christie


Pertama kali terbit di Inggris tahun 1923, The Murder on the Links bercerita tentang kasus pembunuhan yang terjadi di Perancis. Hercule Poirot dan Arthur Hastings berkunjung ke Vila Genevieve di Perancis Selatan setelah mendapatkan surat dari Monsieur Paul Renauld. Mereka terlambat, Renauld keburu mati. Beberapa bukti ditemukan, beberapa pertanyaan muncul. Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu terjawab, sudah ada korban baru. Ingatan Poirot yang panjang mengenai kasus-kasus pembunuhan yang pernah terjadi, terbukti bermanfaat dalam memecahkan kasus di novel ini. 

Sementara itu, Hastings dalam novel ini jatuh cinta. Pada akhir cerita dikatakan Hastings akhirnya menikah dan pindah ke Argentina. Kemunculan Hastings di novel-novel Agatha Christie selanjutnya hanya terbatas pada saat-saat ketika ia pulang ke Inggris dari Argentina. 

Novel ini, kata Laura Thompson penulis biografi Agatha Christie, sangat Perancis. Bukan hanya soal setting tempat kejadiannya namun juga nada ceritanya. Penokohan Poirot berkembang semakin kuat seperti yang tampak dalam caranya melakukan deduksi mengenai pembunuh yang akan mengulangi modus operandi mereka apabila ternyata pembunuhan pertama yang mereka lakukan berhasil. Hal itu menguatkan teori yang dikemukakan oleh Poirot bahwa pada dasarnya manusia tidak berubah, mereka akan mengulangi cara-cara yang terbukti telah berhasil sebelumnya.

----
Status file: file di perpustakaan saya tersedia dalam bentuk pdf. versi bahasa Indonesia. Sebagai ucapan selamat, klik di nama belakang Arthur untuk mengunduh filenya. 




The Secret Adversary


The Secret Adversary (Musuh dalam Selimut)
oleh Agatha Christie


The Secret Adversary atau Musuh dalam Selimut adalah novel kedua Agatha Christie yang diterbitkan. Novel ini pertama kali terbit pada bulan Januari 1922 di Inggris. Berbeda dengan novel pertamanya, Misteri di Styles, walaupun sama-sama tergolong cerita detektif, novel ini lebih berbau petualangan dengan tokoh utamanya dua orang anak muda.

Alkisah, ada dua orang anak muda yang sama-sama membutuhkan uang dan pekerjaan. Tommy Beresford, seorang bekas tentara, dan Prudence "Tuppence" Cowley, mantan sukarelawan perang, akhirnya memutuskan untuk membuat perusahaan mereka sendiri "The Young Adventurers, Ltd.". Slogan mereka adalah "mau melakukan apapun, pergi ke mana pun". Pekerjaan pertama yang mereka peroleh adalah mencari seorang perempuan bernama Jane Finn. Pelacakan keberadaan Jane Finn ternyata membawa mereka ke petualangan yang berbahaya dengan sosok misterius berkuasa yang mengancam keselamatan mereka.

Agatha Christie terinspirasi menulis cerita ini ketika ia mendengar obrolan dua orang wanita dalam sebuah cafe. Kedua wanita itu membicarakan seseorang bernama "Jane Fish", satu nama yang menarik hati Agatha. Judul dari novel ini sudah dua kali mengalami perubahan sebelum akhirnya menjadi The Secret Adversary. Pertama, judulnya adalah The Joyful Venture lalu kemudian berubah menjadi The Young Adventurers, dan akhirnya menjadi The Secret Adversary. Begitu juga nama jane Fish akhirnya berganti menjadi Jane Finn. 

Walaupun lebih cenderung berbau petualangan, namun dalam novel ini ada dua hal yang kemudian menjadi tema dalam tulisan Agatha Christie selanjutnya dan cerita-serita detektif lainnya yaitu (1) pencarian pengetahuan, rahasia, atau benda, dan (2) adanya sosok berkuasa ambisius yang ingin menguasai dunia. 

Tanggapan atas novel ini baik. Saturday Review menulis "kami menjanjikan kepada pembaca suatu cerita petualangan yang menarik, cara meloloskan diri yang mendebarkan, dan akan ada banyak sekali kekecewaan apabila para pembaca mencoba-coba memecahkan misteri sendiri sebelum si penulis siap memberikan petunjuknya --kisah yang luar biasa--"

----
Status file: sampai saat ini saya belum menemukan file berbahasa Indonesia dari buku ini. Dalam bahasa Indonesia, judulnya adalah Musuh dalam Selimut. File yang saya miliki berbahasa Inggris. Apabila ingin mengunduhnya, klik di gambar bukunya. 

Friday, April 17, 2020

Misteri di Styles

Misteri di Styles
oleh Agatha Christie


Misteri di Styles atau dalam judul aslinya The Mysterious Affair at Styles, adalah novel pertama yang ditulis oleh Agatha Christie. Novel ini ditulis sekitar tahun 1916 di tengah-tengah masa Perang Dunia Pertama dan pertama kali diterbitkan di Amerika Serikat pada bulan Oktober 1920. Nama-nama yang kelak menghiasi buku-buku karya Agatha Christie diperkenalkan di sini: Hercule Poirot, Inspektur Japp, dan Arthur Hastings. 

Alkisah, Poirot, seorang pengungsi dari Belgia, menetap di Inggris dan tinggal di dekat rumah Emily Inglethorp yang banyak membantunya membuka hidup baru. Hastings, teman lama Poirot, pensiun dari perang dan diundang untuk tinggal di rumah Emily. Emily Inglethorp kemudian ditemukan tewas diracun dan kemampuan Poirot dalam menyelidik sebagai detektif digunakan untuk memecahkan kasus pembunuhan ini. 

Tanggapan atas buku ini boleh dibilang sangat baik untuk buku detektif pertama dari seorang penulis. The New York Times Book Review menulis: "meskipun ini novel pertama ... kamu harus menunggu sampai bab terakhir dan rantai bukti terakhir yang bisa menguraikan plot cerita yang rumit dan siapa sebenarnya yang bersalah ...". 

Narasi novel ini memakai sudut pandang orang pertama, yaitu Hastings, dan memuat banyak unsur yang kemudian menjadi ciri Zaman Keemasan Cerita Detektif yang sebagian besar dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Agatha Christie. Tempat kejadian perkara merupakan rumah besar yang terpisah dari rumah-rumah lainnya, ada banyak tersangka yang masing-masing memiliki rahasianya sendiri-sendiri, terdapat sejumlah red herring yaitu faktor-faktor yang menyimpang dan menyesatkan logika, serta alur-alur yang mengejutkan. 

----
Status file: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunduhnya. Harap diingat bahwa penyediaan file digital ini bukan untuk dikomersilkan. Seperti yang tertulis dalam file itu, tujuannya hanya untuk "pelestarian buku dari kepunahan". Penghargaan saya sampaikan pada pembuat file tersebut yang saya kira juga berasal dari masa ketika harga buku masih terjangkau di republik ini dan rakyat Indonesia masih dimanjakan oleh buku-buku berkualitas di pasaran.