Mrs. McGinty Sudah Mati (Mrs. McGinty's Dead)
oleh Agatha Christie
Waktu-waktu makan adalah saat-saat terpenting dalam kehidupan Hercule Poirot sehari-hari. Sejak dulu ia memang sangat mementingkan soal perut, dan di hari tuanya ini ia menuai hasil kerjanya.
Poirot yang tua memendam kekecewaan pada hari-hari yang sedang ia hadapi, kejahatan tidak lagi menantang. Saat ini, hanya karena sedikit uang, orang mati. Maka ia memutuskan untuk mengabaikan kasus Mrs. McGinty yang, menurut kabar di koran yang samar-samar diingatnya, juga merupakan kasus pembunuhan yang disebabkan oleh sedikit uang. Vonis kasus itu sudah ditentukan dan penjahat bernama James Bentley akan dihukum mati.
Lalu terjadilah peristiwa aneh. Inspektur Spence, polisi yang menangkap James Bentley dan menyelidiki kasus McGinty itu, justru datang kepada Poirot sebab ia punya dugaan bahwa bukan Bentley-lah pembunuhnya. Maka pergilah Poirot ke Broadhinny, desa kecil tempat pembunuhan itu terjadi, meninggalkan semua kenyamanannya untuk hidup sengsara menumpang di rumah salah satu penduduk di sana.
Kasus itu ternyata berkembang ke masa lalu tiga orang wanita yang sama-sama kelam. Di desa kecil itu, ada pembunuh yang terkait dengan masa silam yang kelam dari para wanita itu. Pembunuh yang tidak ingin identitas masa lalunya terungkap itu membunuh lagi. Dua korban sudah jatuh dan Poirot harus bergelut memecahkan kasus itu meskipun hidup tuanya semakin sengsara di tempat induk semangnya. Beruntung, Ariadne Olliver, si penulis kasus-kasus kriminal juga sedang berada di desa itu dan bisa "membantu"-nya.
Mrs. McGinty's Dead terbit di tahun 1952 dan bukan merupakan buku dengan kasus terbaik bagi Hercule Poirot. Kasus dalam buku ini terbilang "ringan" dan tidak banyak mengandung kejutan. Tampaknya buku ini merupakan salah satu buku yang mengisyaratkan bahwa Poirot akan pensiun. Tokoh Ariadne Olliver mulai mendapatkan banyak tempat dalam buku ini, meskipun sebenarnya ia pernah "mendapat peran kecil" dalam buku Kartu-kartu di Meja (1936).
----
Status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Indonesia. Klik di sini untuk mengunduhnya.

No comments:
Post a Comment