Friday, April 24, 2020

Pembunuhan atas Roger Ackroyd

Pembunuhan atas Roger Ackroyd 
(The Murder of Roger Ackroyd)
oleh Agatha Christie


Janda kaya, duda kaya, pelayan yang menjadi tersangka, dan seorang detektif yang (tadinya) sedang tetirah. Itulah beberapa tokoh dalam novel yang disebut-sebut sebagai novel detektif Agatha Christie yang paling terkenal, paling kontroversial, dengan akhir cerita yang berpengaruh pada cerita-cerita detektif lainnya.


Ada seorang janda kaya yang sedang diperas ... eh, ... maksudnya, ada seorang janda kaya sedang "menghadapi pemerasan". Roger Ackroyd tahu itu. Ia sedang jatuh cinta pada si janda dan bermaksud menikahinya. Ia juga tahu bahwa wanita yang sama telah membunuh mantan suaminya dengan racun. Berikutnya, ia kemudian mengetahui bahwa wanita itu mati bunuh diri, overdosis. Sore setelah kematian si Janda, Roger Ackroyd nyaris mengetahui siapa pemerasnya ... eh, ... maksudnya siapa pelaku pemerasan itu. Barangkali karena itulah ia kemudian mati ditusuk di ruang kerjanya sendiri. Sebab ia tahu terlalu banyak atau ia terlalu banyak tahu.

Si pembunuh mungkin bisa lolos, tapi dia tidak tahu bahwa salah seorang kawan Roger Ackroyd adalah detektif kawakan berdarah Belgia bernama Hercule Poirot.

Poirot yang sebenarnya bermaksud pensiun dari pekerjaannya sebagai detektif swasta dan hendak tetirah di desa tempat tinggal temannya yang terbunuh itu, mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus terjun menyelidiki pembunuhan itu. (ini kalimat macam apa sih "mau tidak mau harus tahu bahwa ia harus ..." ah, sudahlah) Silahkan baca bukunya, unduh di sini, kalau situnya penasaran bagaimana cara Poirot memecahkan kasus ini. Mengejutkan.

Tahukah situnya, .... iya ... kamuu ... (yeee ... udah punchline masih diterusin...) bahwa dasar dari cerita ini didapatkan oleh Agatha Christie dari ucapan saudara tirinya yang mengatakan "saat ini, nyaris setiap orang dalam cerita detektif menjadi penjahatnya, bahkan si detektif itu sendiri, sekali-kali aku ingin lihat seperti apa Watson kalau jadi penjahat. (petunjuk: memang ada nama Watson disebutkan di buku ini, dan memang Watson yang itu. Jadi bisa jadi .... aaargh .... kalimat aneh lagi ....John Hamish Watson-lah pembunuh Roger Ackroyd itu). *garuk2pala*

No comments:

Post a Comment