Saturday, April 25, 2020

The Veiled Detective

The Futher Adventure of Sherlock Holmes series
The Veiled Detective
oleh David Stuart Davies

Kemunculan seorang anak muda bernama Sherlock Holmes yang ingin memulai karir sebagai detektif swasta di London telah menarik perhatian Professor James Moriarty, seorang penjahat kelas kakap. Maka direkrutlah seorang veteran yang baru pulang dari perang di Afganistan, Dr. John H. Walker, untuk memata-matai detektif muda yang cerdas itu. Walker menyetujui tugas itu. Ia berganti nama, berkenalan dengan Sherlock Holmes, dan menjalin persahabatan dengannya.

Persahabatan seumur hidup yang kelak akan menguji kesetiaannya dan membuatnya mempertanyakan kembali nilai-nilai yang selama ini dianutnya.

Novel ini merupakan seri pertama dalam serial the Further Adventure of Sherlock Holmes yang merupakan pastiches (karya yang meniru karya yang sudah ada sebelumnya) dari cerita detektif Sherlock Holmes yang aslinya ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle.

Jika Anda adalah seorang yang juga suka membaca komik Marvel, misalnya, tentu Anda tidak asing dengan seri What If? yang pernah diterbitkan oleh Marvel. Dalam seri itu, cerita-ceritanya merupakan cerita-cerita yang "melenceng" dari cerita aslinya dengan mengambil titik-titik peristiwa penting dalam semesta Marvel. Contohnya: bagaimana seandainya ada orang lain selain Spider-man yang juga digigit oleh laba-laba radioaktif? atau bagaimana seandainya Conan the Barbarian masih hidup sekarang ini? Seri the Further Adventure of Sherlock Holmes ini juga seperti itu. Seri ini menawarkan semacam semesta alternatif mengenai "bagaimana seandainya" dan "apa yang akan terjadi jika..." dalam semesta cerita detektif Sherlock Holmes.

Bagi penyuka serial Sherlock yang dibintangi oleh Bennedict Cumberbatch (sebagai Sherlock Holmes) dan Martin Freeman (sebagai Dr. John H. Watson), tentu tahu bahwa pertanyaan "what if" ini pernah mengusik penonton dalam episode The Reichenbach Fall ketika Moriarty mengaku-ngaku bahwa ia hanyalah aktor yang disewa oleh Holmes. Bagaimana seandainya Holmes hanyalah detektif palsu yang menyewa aktor-aktor, menciptakan kejahatan-kejahatan, dan sudah menyusun trik-triknya sebelumnya seperti sulap?

Jangan khawatir soal pengarangnya. David Stuart Davies adalah seorang "Sherlockian" yang disegani. Sudah banyak karya-karyanya mengenai Sherlock Holmes, baik fiksi maupun nonfiksi. Novel ini diterbitkan pada tahun 2004.

----
status buku: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris.

No comments:

Post a Comment